ANEKDOT
Menurut saya teks anekdot adalah teks/cerita pendek lucu yang bertujuan untuk mengkritik atau menyindir sesuatu.
Menurut KBBI, teks Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang-orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/anekdot)
Menurut Tika Hatikah dan Mulyanis (2017), teks anekdot merupakan teks cerita yang bertujuan mengungkapkan kepedulian pada suatu fenomena.
Anekdot juga dijelaskan sebagai suatu kisah yang ditulis secara singkat dan lucu, serta memuat kritikan yang berisi pesan moral tentang sesuatu yang bersifat umum. (http://www.materibelajar.id/2016/10/pengertian-ciri-contoh-teks-anekdot-dan.html)
Ciri-ciri teks anekdot
- Memiliki sifat humor/lucu dan menyindir
- Bisa juga cerita fakta, atau cerita fiksi imajinasi
- Menceritakan tokoh, atau kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar
- Terdapat tujuan pesan berupa kritikan
- Abstrak, yaitu bagian awal teks anekdot yang berfungsi memberikan gambaran tentangisi teks.
- Orientasi, yaitu bagian teks yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang suatu peristiwa yang terjadi.
- Krisis, yaitu bagian teks yang menunjukkan hal atau masalah yang unik dan tidak biasa
- yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan.
- Reaksi, yaitu bagian teks yang menerangkan cara penulis atau orang yang diceritakan dalam menyelesaikan masalah yang muncul di bagian krisis.
- Koda, yaitu bagian akhir teks yang menjelaskan simpulan tentang kejadian yang diceritakan oleh penulis.
Contoh teks anekdot
PELAJARAN MATEMATIKA
Suatu hari, di sebuah sekolah berlangsung pelajaran matematika.
Guru tersebut bertanya kepada murid-muridnya: Guru : “Seandainya sebuah pesawat dipiloti oleh seorang penyabu, dan mengangkut 250 anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 kaki dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?” Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Pak!”
Semua penghuni kelas tertawa sambil mengangguk-anggukkan kepala. Kemudian pelajaran dilanjutkan.
Makna tersirat dari contoh teks anekdot: Anggota DPR yang terkena bencana itu adalah beban bagi negara, sehingga ketika 250 anggota DPR itu meninngal semua, uang rakyat akhirnya tidak dikorupsi lagi.
Majas Sindiran
- Ironi, sindiran secara halus (Contoh: Kau orang yang terlalu jujur, hingga kau tak sadar kata-katamu sudah menyakiti hatinya.)
- Sinisme, sindiran secara sinis (Contoh: Berhentilah bersikap sombong, apa kau tak sadar bahwa hampir seluruh warga kampung membencimu, karena cara bicaramu yang terlalu sombong ini.)
- Sarkasme, sindiran secara kasar (Contoh: Dasar pikun! Baru lima menit yang lalu aku menunjukkan caranya padamu, sekarang kau sudah lupa.)
- Satire, sindiran secara kasar menggunakan ungkapan (Contoh: Telingamu sudah tak berfungsi dengan benar lagi ya, puluhan kali kami memanggilmu sejak dari gerbang sekolah tadi)
- Innuendo, sindiran dengan mengecilkan fakta yang sebenarnya (Contoh: Kau tak perlu dendam pada mereka. Kesalahan mereka hanya berbicara sembarangan saja, tapi mereka tidak sampai menyakitimu dengan pisau belati.)
Comments
Post a Comment